InstaForex
News Update :
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Beasiswa LPDP Dibuka sampai Empat Gelombang!

2/02/2015


dikutip dari Kompas.com Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini kembali memberikan beasiswa. Beasiswa tersebut terbuka bagi 3.100 masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi untuk program magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri.
Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengatakan, 3.100 beasiswa itu nantinya akan dibagi lagi ke dalam kategori beasiswa umum, presiden, dan afirmasi. Beasiswa umum akan diberikan kepada 2.400 pelamar, sedangkan beasiswa presiden kepada 100 pelamar, dan 600 sisanya diperuntukkan bagi beasiswa afirmasi. 

"Beasiswa tersebut dapat digunakan untuk studi di 200 perguruan tinggi terbaik luar negeri dan 100 perguruan tinggi dalam negeri berakreditasi A, sedangkan 80 persennya digunakan untuk program magister, dan sisanya untuk program doktoral," ujar Eko di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Menurut Eko, program beasiswa itu diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu mengelola berbagai sektor. Dia menargetkan dapat menghasilkan 60.000 lulusan beasiswa ini pada 2030 mendatang.

"Kita kan masih kekurangan tenaga kerja terdidik sebanyak 60 juta orang pada 2030 nanti. Asumsinya, satu orang lulusan dapat memimpin 1.000 pegawai. Jadi, kita menargetkan ada 60.000 lulusannya," tambah Eko. 

Syarat 

Beasiswa LPDP tahun ini rencananya akan dibuka sebanyak empat gelombang pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Pendaftaran beasiswa ditutup sebulan sebelum keempat gelombang tersebut. Para pelamar dapat mendaftarkan dirinya lewat laman www.lpdp.depkeu.go.id atau www.beasiswalpdp.org.

Para pelamar, lanjut Eko, nantinya akan menjalani dua tahap seleksi, yaitu seleksi administrasi dan wawancara. Proses adminstrasi yang dilangsungkan mensyaratkan pelamar membawa dokumen, antara lain ijazah sarjana atau magister dari kampus pelamar, transkrip nilai dengan IPK minimum 3 (S-2) dan 3,25 (S-3), sertifikat TOEFL dengan skor minimum 550 atau IELTS dengan skor minimum 6,5, lampiran organisasi yang pernah diikuti, serta surat keterangan sehat. Pelamar yang melampirkanletter of acceptance dari kampus pilihannya akan dipropritaskan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Kiagus Badarudin mengatakan, anggaran yang diberikan untuk menjalankan program LPDP tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Dana tersebut dialokasikan dari APBN sebesar Rp 15,6 triliun pada 2010 hingga 2013.

"Dana tersebut merupakan alokasi APBN sejak 2010 hingga 2013. Dananya dipakai untuk penyaluran beasiswa, pembiayaan riset, serta rehabilitasi fasilitas pendidikan," ujar Kiagus.

Kiagus mengklaim, pada 2014 lalu, dana LPDP telah terpakai sebanyak Rp 750 miliar untuk pembiayaan tiga kegiatan tersebut. Ia berharap suntikan modal kepada LPDP terus dilakukan hingga mencapai 40 triliun agar ketiga kegiatan tersebut tercukupi pembiayaannya.

Indonesia tidak perlu takut dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi

11/17/2014

Dikutip dari Metrotvnews.com, Jakarta: Country Head dan Chief Country Officer (CCO) Citi Indonesia Tigor M Siahaan mengatakan, Indonesia tidak perlu takut dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, karena dana subsidi BBM bisa lebih dimanfaatkan ke arah pembangunan infrastruktur.

"Kenaikan harga BBM tidak mematikan ekonomi Indonesia, justru meningkatkan perekonomian Indonesia," kata Tigor dalam acara 10th Annual Capital Market Outlook Citi Securities Services Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (17/11/2014).

Dia menjelaskan, dampak kenaikan harga BBM hanya bersifat jangka pendek saja, yaitu selama empat hingga enam bulan. Ketika waktu jangka pendek terlewati, maka daya beli dan beban yang ditanggung oleh perusahaan normal kembali.

Menurut Tigor, dana subsidi Rp1 triliun tiap harinya, hal itu sama saja menghabiskan anggaran mencapai Rp1 triliun/hari.

"Dana itu bisa diarahkan ke sektor produktif. Seperti pembangunan MRT, tahap pertama yang butuh dana Rp18 triliun. Kita bisa dapatkan dana itu dari aliran dana subsidi BBM tersebut, tinggal dialihkan saja," ucapnya.

Namun demikian, Tigor memerkirakan sentimen kenaikan BBM ini tidak akan membuat angka inflasi lebih dari 7 persen. "Tidak lebih dari 7 persen, asalkan kenaikan yang dilakukan pemerintah hanya berkisar Rp2.000-Rp3.000 per liter," tukasnya.
Gambar 
Ilustrasi. MI/Panca SyurkaniIlustrasi. MI/Panca Syurkani
 

© Copyright pd Grup 2010 -2011 | Powered by Blogger.com.
notifikasi
close